Pages Navigation Menu

Lembaga Kajian, Bahasa & Agama Islam

Mahkota Untukmu

Mahkota Untukmu

Sore itu cuaca agak mendung, memasuki musim hujan di wilayah kota kartini.

Saya duduk diteras kosan sembari bercerita dengan mas pemilik toyota. Selang 10 menit tampak seorang pemuda dengan celana hijau dan baju koko marun. Menggendong tas ransel hitam dan Menghampiri dan mengucapkan salam, saya langsung menjawab dan mempersilahkan duduk.

Beliau mengajak sy ke MA (read : masjid agung), bergegas saya mengambil tas pinggang kecil berisikan dompet, mushaf kecil dan hp menuju MA.

“Jalan kaki mas?” Sy bertanya kpd pemuda itu, ” iya mas jalan kaki mumpung belum magrib”. Kisaran pukul 17.17 WIB berjalan sekitar 1 kiloan. 100 meter sebelum tiba di MA saya spontan bertanya kepada pemuda tsb “apa yg membuat antum istiqomah menghafal dan muroja’ah alqur’an”?

Beliau jujur menjawab saya termotivasi dengan hadits “barangsiapa yang hafizh maka nanti di akhirat Allah akan memberikan sebuah mahkota yg diberikan buat orang tuanya.”

Ada hadiah terbaik untuk kedua orangtua kita di akhirat kelak. Disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Salam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bacalah dengan hatimu

Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.

Kemudian apa lagi selain itu? saya selalu menjadikan alquran sebagai zikir saya, selain zikir pagi dan sore. Berusaha memuroja’ah semaksimal mungkin.

Beliau menyadari kuliah di dunia medis benar benar harus mengkondisikan buat muroja’ah qur’an karena jadwal terbagi 3 shift : pagi siang dan malam.

Tiba di MA, saya menghentikan pembicaraan. Terlihat warga berbondong bondong untuk menunaikan ibadah sholat magrib.

Sepercik kisah weekend dikota kartini, duhai pemuda. Kudo’akan antum selalu istiqomah dengan hafalanmu.

Rembang, 5 Desember 2015

Khoiruzzaman

mahasiswa profesi Ners STIKes Madani Yogyakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *