Pages Navigation Menu

Lembaga Kajian, Bahasa & Agama Islam

Faedah Kajian Ust.Firanda 29/5/2016

Faedah Kajian Ust.Firanda 29/5/2016

Alhamdulillah wassolatu wasallamu ala Muhammad,

Hari ini kembali Yogyakarta kedatangan tamu besar guru kami ustadz Firanda Andirja MA yang namanya tentu sudah tidak asing di telinga kita. Beliau hadir memberi nasihat sekaligus memperkenalkan kepada kaum muslimin khususnya yang berdomisili di Sleman bagian barat bahwa telah diresmikan oleh perwakilan Bupati Sleman yaitu Ponpes Yaumi dan Mesjid Amanah Mulia yang semoga bisa memberi sumbangsih terhadap dakwah salaf di Yogyakarta.

Tema kali ini adalah Dahsyatnya Silaturahmi dimana summary  dari isi kajian beliau adalah :

  • Silaturahmi mendapat kedudukan yang besar di agama Islam dimana awal dakwah yang beliau sampaikan tatkala sampai di Madinah salah satunya adalah agar kaum muslimin menyambung silaturahmi.Rasulullah sollallahu alayhi wa sallam bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ ، اِنْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ ، وَقِيْلَ : قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهٍ كَذَّابٍ ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: (( يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ )).

Dari ‘Abdullah bin Salâm, ia berkata: “Ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.”

  • Bahkan musuh Islam mengenal dakwah Rasulullah sollallahu alayhi wa sallam dengan dakwah yang mengutamakan menyambung silaturahmi. Abu Sufyan (ketika beliau masih kafir) pernah ditanya oleh Heracle tentang dakwah Rasulullah sollallahu alayhi wa sallam maka salah satunya adalah Rasulullah memerintahkan umatnya untuk menyambung silaturahmi sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari rahimahullah.
  • Nabi sollallahu alayhi wa sallam terkenal gemar menyambung silaturahmi bahkan ketika beliau belum diutus sebagai nabi, sebagaimana ketika beliau melihat sosok Jibril dan Rasulullah berlari ketakutan kepada Khadijah maka beliau radiyallahu anha menenangkan Nabi dengan menyebutkan salah satu akhlak Nabi yang terpuji yakni menyambung silaturahmi
  • Menyambung silaturahmi adalah akhlak calon penghuni surga. Allah berfirman :

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ –

Dan orang – orang yang menyambung apa yang Allah perintahkan untuk disambung dan mereka takut kepada Rabb mereka dan merekapun takut terhadap hisab yang buruk

  • Memutus silaturahmi adalah sifat calon penghuni neraka. Allah berfirman :

وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙأُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

Dan orang – orang yang memutus apa yang Allah perintahkan untuk disambung dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi, bagi mereka laknat dan neraka yang merupakan seburuk – buruk tempat tinggal

  • Silaturahmi maknanya adalah berbuat baik pada kerabat
  • Ketika para sahabat bertanya tentang apa yang pantas untuk diinfakkan, maka Allah tidak menjawab pertanyaan tersebut melainkan mengarahkan para sahabat untuk silaturahmi dengan menginfakkan harta mereka. Allah berfirman :

يَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلْ مَآأَنفَقْتُم مِّن خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَاْلأَقْرِبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنَ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمُُ {215}

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkah-kan. Jawablah, ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu buat, maka sesungguh-nya Allah Maha Mengetahuinya.” (Al-Baqarah: 215).

  • Siapa saja yang perlu disambung ?
  1. Keluarga istri atau suami
  2. Kerabat persusuan
  3. Kerabat dari ayah atau ibu dan inilah yang disebut silaturahmi
  • Siapa saja yang wajib disambung pada hubungan silaturahmi ? Ulama berbeda pendapat :
  1. Ahli waris
  2. Mahram
  3. Tidak terbatas pada ahli waris dan mahram akan tetapi ini pendapat yang lemah
  • Beliau ustadz Firanda memilih pendapat bahwa yang wajib disambung adalah hubungan mahram kemudian kerabat terdekat dan setelahnya.
  • Keutamaan Silaturahmi
  1.  Bukti Keimanan. Rasulullah sollallahu alayhi wa sallam bersabda :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحم

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung silaturahmi

2.  Menambah rezeki dan umur

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa yang suka dilapangkan umur dan rezekinya maka hendaklah menyambung silaturahmi(Muttafaqun alayhi)

Ulama berbeda pendapat tentang kelapangan umur dan rezeki sebagai efek silaturahmi :

  1. Bertambah berkah pada umur dan rezekinya
  2. Bertambah jumlah umur dan rezekinya

Ustadz Firanda memilih pendapat yang ke 2 karena seperti itulah dzahir hadits.

  • Akibat memutus silaturahmi
  1. Diancam dengan neraka. Allah berfirman :
  2. وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙأُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

Dan mereka memutus apa yang Allah perintahkan untuk disambung dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi bagi mereka laknat dan bagi mereka seburuk – buruk

  1. Dosa besar. Rasulullah bersabda :

لا يدخلون الجنة قاطع

Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi

3. Segera diturunkan azab

  • Penyebab yang bisa memutuskan silaturahmi :
  1. Menunda pembagian harta warisan
  2. Tidak adil terhadap anak – anak
  3. Terlau banyak kesibukan
  4. Terlalu mengurusi urusan pribadi kerabat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *