Pages Navigation Menu

Lembaga Kajian, Bahasa & Agama Islam

Faedah Kajian Ust.abu Izzi 6/1/2016

Faedah Kajian Ust.abu Izzi 6/1/2016

Alhamdulillah was solatu was salaamu ala rasulillah

Alhamdulillah pagi ini kami diperbolehkan institusi kami STIKes Madani untuk mengikuti kajian Ustadz Abu Izzi mudir dari mahad Imam bin Hambal Semarang di ICBB Yogyakarta. Di antara yang beliau sampaikan adalah :

kajian ust abu izzi

  • Nikmat yang besar adalah ketika seorang anak kecil yang ditunjukkan jalan besar yaitu jalan menuntut ilmu agama.
  • Kita sebagai seorang muslim telah dipilih oleh Allah untuk menjadi seorang muslim kemudian dipilih juga untuk mengenal sunnah rasulillah sollallahu alayhi wa sallam bisakah kita bersyukur atas nikmat ini ?

Cara mensyukuri nikmat islam dan sunnah yang Allah berikan termaktub dalam firman Allah :

واتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا

Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan jangan berpecah belah

Jadi cara mensyukuri nikmat islam dan sunnah adalah dengan berpegang teguh dengan keduanya

  • Apa makna ilmu agama ?

Dikatakan oleh Syaikh Sa’di rahimahullah bahwa ilmu agama adalah ilmu yang :

  1. يصحح عقول اناس (meluruskan akal manusia)
  2. ينزه النفوس (menyucikan jiwa)
  3. يأدب الأخلاق (memperbaiki akhlak)

Adapun ilmu dunia adalah ilmu yang tidak ada sangkutpautnya dengan 3 hal di atas

  • Permisalan yang sangat hina ketika Allah memisalkan orang yang berilmu akan tetapi yang dipikirkan kebanyakannya adalah masalah dunia yaitu permisalannya seperti anjing. Allah berfirman :

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿١٧٥﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita tentang orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri (meninggalkan) ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai akhirnya dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalaulah Kami menghendaki, sesungguhnya Kami meninggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, namun dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya adalah seperti anjing; bila kamu menghalaunya, dia menjulurkan lidahnya dan bila kamu membiarkannya, maka dia akan menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami…” [al-A`raf/7:175-176]

  • Banyak orang di sisi manusia tampak berilmu akan tetapi di sisi Allah sesungguhnya tidak (Ibnu rajab al hambali)
  • Ilmu adalah cahaya dan tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat
  • Para Salaf berkata,”Kami belajar adab 30 tahun dan mempelajari ilmu 20 tahun”
  • Ilmu yang pertama diangkat adalah ilmu tentang rasa takut kepada Allah (Ibn Mas’ud)
  • Barang siapa yang mentadabbur Alquran, mencari petunjuk maka akan tampak jelas baginya jalan kebenaran (Ibnu Taimiyah,Aqidah wasitiyah)
  • Ilmu yang tidak manfaat dilihat dari sisi penuntutnya maka terkumpul padanya 2 hal :
  1. Tidak punya cara belajar yang benar maka Allah permisalkan seperti keledai. Allah berfirman :                                مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا ۚ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ                                                                                                                                                                                                                                               Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepada mereka (kitab suci) Taurat, kemudian mereka tiada menunaikannya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar lagi tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allâh tiada memberi petunjuk bagi kaum yang zhalim [al-Jumu`ah/62:5]
  2. Tujuan belajarnya salah entah mencari perhiasan dunia,riya atau tujuan hina lainnya
  • Ilmu yang tidak manfaat dari segi dzatnya adalah ilmu yang dipelajari memang ilmu yang membahayakan bagi penuntutnya atau tidak manfaat. Allah berfirman :

ويتعلمون ما يضرهم ولا ينفعهم

Mereka mempelajari ilmu yang membahayakan mereka dan tidak manfaat bagi mereka

Demikian resensi yang bisa kami bawakan dengan tambahan redaksional dari kami. Tentu masih banyak faedah yang beliau sampaikan tapi hanya karena kekurangan kamilah sehingga tidak banyak yang bisa kami catat.Semoga manfaat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *